jln. Pala No. 4B Beji Timur Depok 16422 Telp/Fax : +6221-77206987 SMS : +62813-8543-0505
Agenda Acara Kobam

  • CUCI GUDANG KOBAM DI ISLAMIC BOOK FAIR 2010
  • Masup Jakarta

  • Resensi

    Book ‘Sejarah Film’ Chronicles Early Days of Indonesian Film
    Oleh: Armando Siahaan, 10 November 2009, Jakarta Globe

    The man popularly known as Indonesia’s walking encyclopedia of film history, who is also credited with having started the country’s first film archives, has now written a book. Film buffs and historians alike will value his work as a comprehensive reference tool….selengkapnya…

    Warisan Budaya Batak Toba Sitor
    Oleh: Bungaran A. Simanjuntak, Majalah TEMPO, 2 November 2009

    LUAR biasa! Itulah komentar saya setelah membaca dengan terengah-engah 516 halaman naskah pokok buku karya Sitor Situmorang ini. Mulai lembar pertama sampai akhir bab 20 di halaman 156, saya ”terus merepeti Sitor”. Baru mulai bab 21 saya menikmati tulisan ini…selengkapnya…

    Menjernihkan Sejarah Sosial Politik Batak Toba
    Oleh: Iskandar P. Nugraha, Kompas, 18 Desember 2004

    Biasanya, buku-buku bertema serius di bidang sastra, sosial, ataupun humaniora, yang karena gaya bahasanya kering dan ketebalan halamannya, menimbulkan keengganan untuk membaca dan mendalaminya lebih jauh. Pengalaman tersebut agaknya tidak akan ditemukan ketika kita membuka lembaran-lembaran dari buku ilmiah terbaru yang tebal ini, yang berupaya mengupas sejarah sosial politik Batak Toba selama 7 abad…selengkapnya…

    Onghokham Menimbang Bung Karno, KOMPAS, Senin, 5 Oktober 2009
    Oleh Peter Kasenda
    Ada kekaguman yang diekspresikan sejarawan Onghokham kepada Sukarno. Namun, kekaguman itu tidak membuat dirinya luput melihat ironi Sukarno: yang menjadi korban dari konsistensinya sendiri.
    Sumbangan Onghokham, biasa disapa Ong, yang terpenting adalah ia telah menampilkan dirinya sebagai cendekiawan publik… selengkapnya…

    Onghokham Tanpa Spasi
    Ahmad Musthofa Haroen, staf riset balairung UGM Yogyakarta

    Dari sedikit sejarawan berkualitas yang dimiliki bangsa ini, Onghokham adalah salah satunya. Sejak muda, ia dianggap salah satu pintu gerbang bagi… selengkapnya…

    Potret Sang Sejarawan Eksentrik
    PIKIRAN RAKYAT, Selasa, 08 April 2008
    ONG, sejarawan terkemuka di Indonesia itu kini telah tiada. Yang ada hanya jejak-jejaknya, yang ia bagi pada kawan-kawannya yang ikut andil dalam…selengkapnya…

    Fascism in Indonesia, no big deal?
    Aboeprijadi Santoso, Jakarta Post, Sun 07/20/2008
    “Did the Nazi Party and its supporters give Indonesian nationalists a chance to accelerate the process toward independence? Or did they have to cooperate with the colonial… selengkapnya…

    Kisah Fasisme Hindia-Belanda
    Faiz Manshur, Sinar Harapan, 07 Februari 2009
    Mendengar kata fasisme, biasanya kita terbayang ke masa lalu, di negeri orang. Sejarah fasisme seolah-olah milik bangsa… selengkapnya…

    Fasisme dan Kebencian kepada Demokrasi
    Robertus Robert, Kompas, 1 Desember 2008
    Pada tanggal 30 Januari 1933, melalui sebuah artikel di Daulat Ra’jat, Hatta dengan gemilang menjelaskan latar belakang… selengkapnya…

    Cahaya Pertama Penerang Sumatera
    Baysral Hamidy Harahap

    Bersama buku History of Sumatra, kata Gubernur Jenderal Thomas Stamford Raffles, William Marsden telah melemparkan cahaya ke atas Pulau Sumatera, sehingga semua… selengkapnya…

    Tentang Kemanunggalan di Yogyakarta
    M. Lubabun Ni’am Asshibbamal S, Koran TEMPO, 25 Februari 2009
    Dengan berlindung di balik lapuknya ingatan dan keterbatasan sudut pandang, manusia kerap kelewat sempit memaknai eratnya kelindan sosial dari balik unsur kewilayahan tempatnya berpijak… selengkapnya…

    Di Mana Lokasi Ibukota Man-che-po-i?
    Chris Poerba, Tapian, April 2009

    Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya. “Jas merah” atau jangan sekali-kali melupakan sejarah, itu pula yang didengungkan oleh Sukarno. Tapi, apa lacur, semua tak lebih dan tak kurang hanya… selengkapnya…

    Merekonstruksi Sejarah untuk Menata Langkah
    Maria Hartiningsih, Kompas, Minggu, 20 April 2008

    Para aktivis dan penulis sejarah modern pergerakan perempuan di Indonesia harus berterima kasih kepada Cora Vreede-De Stuer. Perempuan ilmuwan asal Belanda itu memelopori penelitian… selengkapnya…


    Copyrigth @ bm.anggara, design by tokofun.com