![]() |
| Pustaka Tetangga | |||
![]() |
Pemberdayaan dan Hiperdemokrasi Dalam Pembagunan Pariwisata I Nyoman Putra dan I Gde Pitana Buku ini merupakan apresiasi akademis kepada Prof. Ida Bagus Adnyana Manuaba atas jasanya dalam merintis pengembangan pendidikan kepariwisataan di Universitas Udayana pada khususnya dan pembangunan pariwisata Bali dan Indonesia pada umumnya. |
![]() |
Bali (Dalam Proses Pembentukan Karakter Bangsa) I NYoman Darma Putra dan I Gde Pitana Buku ini merupakan kumpulan artikel dari delapan sarjana dalam dan luar negeri termasuk Jennifer Lindsay (Australia), Jean Couteau (Prancis/Bali), Janet deNeefe (Australia/Ubud), Stephen Lansing (Amerika), Michel Picard (Prancis), Putu Wijaya (sastrawan Jakarta/Bali), Sri Margana (sejarawan UGM Jogja) dan I Nyoman Darma Putra (Faksas Unud, Bali). Mereka membahas secara menarik dan mendalam sejauh mana kontribusi Bali dalam proses pembentukan karakter bangsa, budaya nasional dan global. |
![]() |
Masyarakat Multikultural Bali (Tinjauan Sejarah, Migrasi dan Integrasi) I Ketut Ardhana, F.X. Soenaryo, Sulandjari, I Putu Gede Suwitha dan Ida Bagus Gde Putra Buku ini sangat bermanfaat bagi ilmuwan sosial yang ingin memahami masyarakat multibudaya, serta sebaiknya dibaca oleh para pengambil kebijakan yang menyangkut persoalan pengelolaan masyarakat multibudaya di Indonesia umumnya dan Bali pada khususnya. Kalangan mahasiswa ilmu sosial dan humaniora sudah barang tentu mendapatkan manfaat yang besar dari membaca buku ini untuk memahami masyarakat multibudaya khas Bali. |
![]() |
Antara Jimbaran dan Lovina (Kumpulan Cerpen) Sunaryono Basuki Buku ini tidak saja menerjemahkan kompleksitas budaya Bali ke dalam cerpen-cerpen, tetapi juga sukses mengeksplorasinya ke ranah pergaulan nasional-global. Kumpulan cerpen ini bisa menjadi pintu masuk bagi pembaca untuk memahami perubahan budaya Bali yang sulit dipisahkan dari adat dan agama Hindu. |
![]() |
Uang Kepeng Cina Dalam Ritual Masyarakat Bali I Dewa Nyoman Putra Harthawan Buku ini disusun untuk memberikan gambaran serta diharapkan dapat menemukan benang merah antara uang kepeng itu sendiri terhadap nilai-nilai agama dalam upacara baik masa lalu, sekarang dan masa yang akan dating. Dari uang kepeng Cina ini kita bisa melihat kemampuan adaptif dan selektif yang dimiliki umat Hindu di Bali terhadap pengaruh luar sehingga dari sisi budayanya menjadi lebih kaya dan lebih meningkatkan rasa keagamaan. |
![]() |
Perjalanan Arya Damar dan Arya Kenceng di Bali Tim Sejarah Yayasan Kerti Budaya. Menyimak buku ‘Perjalanan Arya Damar dan Arya Kenceng di Bali’, maka ada seperangkat hal yang bisa dipetik. Tidak berlebihan kalau dikatakan bahwa kedua tokoh yang menjadi pokok cerita ini adalah orang-orang yang sangat luar biasa. Keduanya adalah pahlawan Nusa Bali yang ikut secara lahir batin mewariskan kepada mereka yang hidup dalam peradaban masa kini, sebuah pulau khayangan yakni Nusa Bali seperti yang kita dapati sekarang.
|
![]() |
Ahli Waris Budaya Dunia Menjadi Indonesia 1950 - 1965 Jennifer Lindsay dan Maya H. T. Liem Buku ini menghimpun hasil kajian akademis baru sarjana Indonesia dan bukan Indonesia tentang riwayat kebudayaan Indonesia 1950–1965. Dalam satu setengah dasawarsa awal bangsa Indonesia, hubungan dengan dunia luas dan kesadaran kebangsaan diperjuangkan dengan gencar penuh gairah di gelanggang budaya. |
![]() |
MEMETAKAN MASA LALU ACEH Penyunting: R. Michael Feener, Patrick Daly, dan Anthony Reid. Buku ini mengacu pada sisi Aceh yang lebih positif namun terabaikan dari perhatian kita, yakni sebagai kerajaan maritim Asia Tenggara yang sangat berhasil dan dengan cerdik mempertahankan kemerdekaannya hingga tahun 1874. |
![]() |
Peradaban Pesisir; Menuju Sejarah Budaya Asia Tenggara Adrian Vickers Berangkat dari karya sastra yang direpresentasikan oleh cerita-cerita Panji, pemahaman dari dalam yang menjadi ciri buku ini telah menunjukkan bahwa di satu masa Asia Tenggara sebagai sebuah entitas dan indentitas di masa lalu |
![]() |
Memoar Ang Yan Goan Ang Yan Goan keturunan Tionghoa, tokoh masyarakat pemrakarsa dan pengurus berbagai lembaga pendidikan, dermawan, pegiat-sosial, ikut mendirikan RS. Yang Seng Le, anggota Baperki, donatur Universitas Res Publica, dan lain-lain institusi masyarakat… |


















