JJ Rizal

Biografi:

JJ RIZAL adalah sejarawan yang terlibat sebagai intelektual publik dengan aktif menyikapi persoalan-persoalan di tengah masyarakat melalui tulisan-tulisan di berbagai media cetak dan nara sumber untuk beberapa  stasiun radio dan TV. Ia menaruh perhatian dan lincah dalam berbagai tema sejarah mulai dari sejarah lingkup nasional seperti sejarah kuliner, sejarah perempuan, sejarah sastera, sejarah tokoh, pergerakan kebangsaan dan sejarah kontemporer Indonesia sampai sejarah lokal Betawi-Jakarta.

Ia lahir di Jakarta, 1975. Menyelesaikan kuliah di Jurusan Sejarah di Fakultas Sastra Universitas Indonesia. Setelah lulus pada 1998 dengan skripsi “Sitor Situmorang: Biografi Politik 1956-1967”, ia mendirikan Penerbit Komunitas Bambu (Kobam) yang menjadi sedikit dari penerbit di Indonesia yang secara khusus menggarap buku-buku ilmu pengetahuan budaya dan humaniora. Penerbit ini berkembang dan pada 2005 membuat sayap penerbitan Masup Jakarta yang khusus menerbitkan buku-buku sejarah dan sastra Jakarta, lantas penerbit Ka Bandung pada 2008 yang fokus pada penerbitan buku-buku bertema Jawa Barat.

Selain menjadi editor buku, ia juga membuat tulisan-tulisan sejarah di berbagai media massa terkemuka, seperti Kompas, Media Indonesia, Koran Tempo, Majalah Tempo, Jakarta Post, Majalah Gatra, Majalah Trust, Intisari, Koran Sindo, Jurnal Perempuan. Termasuk membawa tulisan sejarah ke ranah media populer gaya hidup, seperti Esquirer, U-magazine & Travelounge. Selama 2001 - 2006 ia menjadi kolomnis sejarah Batavia-Betawi-Jakarta di sebuah majalah Internasional yang berpusat di Belanda, MOESSON Het Indisch Maandblad di Belanda.

Pada 2009 ia mendapat Anugerah Budaya Gubernur DKI Jakarta. Tulisannya tentang Junghuhn di National Geographic Indonesia terpilih sebagai “The Best International 2010” oleh National Geographic International Magazine menyisihkan ratusan artikel dari 36 majalah National Geographic di luar Amerika. Kemudian pada 2011, ia mendapat Jakarta Book Awards IKAPI (Ikatan Penerbit Indonesia) Jakarta sebab dianggap telah “share knowledge and change lives through books”. Ia juga dilibatkan sebagai sejarawan dalam tim investigasi yang dibuat oleh Pemrov. DKI dan MUI DKI Jakarta dalam kasus Kerusuhan besar Makam Mbah Priok di Jakarta Utara. Termasuk keterlibatannya dalam tim kampanye sejarah semur sebagai kuliner pusaka Nusantara yang dilakukan kecap Bango. 

Profil dan wawancaranya telah dibuat oleh pengamat sastera Melanie Budianta dan sejarawan Hilmar Farid dalam Jurnal Inter Asia Studies 2011; lantas pada 2010 penulis perempuan terkemuka Julia Suryakusuma di Jakarta Post (http://www.thejakartapost.com/news/2010/11/05/jj-rizal-understanding-today-searching-yesterday.html).

Karyanya telah dibukukan dalam, Politik Kota Kita (Penerbit Kompas, 2006), Onze Ong: Onghokham dalam Kenangan (Komunitas Bambu, 2007), Sejarah yang Memihak: Mengenang Sartono Kartodirdjo (Ombak, 2008), dan Raden Saleh: Anak Belanda, Mooi Indie dan Nasionalisme. Karya puisinya dibukukan dalam Pura-Pura dalam Perahu (1998). Ia juga menjadi tim penulis buku muatan lokal DKI Jakarta Ragam Budaya Betawi (2001) dan kelompok kerja pengkajian muatan lokal DKI Jakarta yang dibentuk LKB (lembaga Kebudayaan Betawi) pada 2003. Dalam dunia musik ia membentuk kelompok musik etno NgeK yang telah mengeluarkan album Wajib Ngaji (1996). Ia pun membuat film pendek Tayang Weta Un Lalan: Perjalanan Sejarawan Adrian B Lapian (2009) dan Memuja Rare Angon: Sekilas Tradisi Layangan Bali (2010). Kini selain menjadi kolomnis di majalah Djakarta!, narasumber tetap untuk acara rutin Jakarta Punya Cerita pada Jum'at kedua dan keempat setiap bulan di Sindo Radio FM (@SindoRadioFM), ia menjadi Direktur KPK (Kelompok Penerbit Kobam), sambil kerja sambilan mengembangkan hobinya pada sejarah.

Follow JJ Rizal twitter @JJRizal dan publik websitenya www.komunitasbambu.com

 


<< Kembali