| Sejarah Film 1900-1950; Bikin Film di Jawa |
|
|
| Sinopsis Buku |
| Buku ini menjadi istimewa bukan saja lantaran paling luas menguraikan sejarah film periode 1900–1950, tetapi juga ditulis oleh Misbach Yusa Biran yang sohor sebagai “ensiklopedi berjalan” film Indonesia. Ia bukan saja hadir sebagai cendekiawan pengamat dan pencatat sejarah perfilman Indonesia yang ketil, tetapi juga “saksi hidup” dan orang yang tahu “apa yang terjadi” dengan dunia film Indonesia. Ia siap dengan berbagai literatur yang dikerahkannya dari Sinamatek Indonesia yang didirikannya. Namun teristimewa dan terutama sekali buku ini banyak didasarkan wawancara ekslusif dengan para pelaku sejarah. Termasuk dengan orang Opera Stamboel, seperti penyanyi/pemain paling top Tan Tjeng Bok, T.D. Tio jr pimpinan Miss Riboet Orion, pemain peran jin Hasan Tomik, staf Dardanella Rempo Urip, perintis orang Cina bikin film Joshua dan Othniel Wong, sutradara salahsatu film bicara pertama Bachtiar Effendi, sutradara produser paling besar The Teng Chun serta sutradara paling produktif Tan Tjoei Hock. Berlatarbelakang itulah buku ini menjadi karya yang tak sekadar mampu mengungkapkan liku-liku latarbelakang yang belum pernah ditulis orang sebelumnya. Lebih jauh adalah memberikan pemahaman konkrit dan pemikiran yang inspiratif mengenai dunia film Indonesia. Apalagi disampaikan dengan gaya narasi sastera. |
| |
| Review Pembaca (beri review untuk buku ini) |
|
|
|
| Resensi |
Book 'Sejarah Film' Chronicles Early Days of Indonesian Film Armando Siahaan, JakartaGlobe, 10 November 2009
For movie buffs, this book is a must read, not only because it traces the evolution of the Indonesian film industry, along with the actors, movies, and film studios, but also tackles the myriad problems that arose during the first 50 years of its history. http://www.thejakartaglobe.com/artsandentertainment/book-sejarah-film-chronicles-early-days-of-indonesian-film/340792
|
|